Rabu, 12 Oktober 2011

laporan Praktikum Kimia Analisis Dasar

Penentuan Asam Lemak Bebas (ALB) Pada Minyak Goreng

  1. Tujuan Percobaan
Mahasiswa dapat melakukan penentuan asam lemak pada minyak goreng dengan cara titrasi.

  1. Rincian Kerja
v  Standardisasi larutan baku KOH
v  Penentuan kadar asam lemak bebas pada CPO



  1. TEORI
Minyak kelapa sawit mempunyai peranan penting dalam perdangangan dunia berbagai industri. Baik pangan maupun non pangan banyak mengunakannya sebagai bahan baku. Beradasarkan peran dan kegunaan minya sawit itu, maka mutu dan kualitasnya harus diperhatikan sebab sangat menentukan harga dan nilai komoditas ini.Dalam hal ini syarat mutu diukur berdasarkan spesifikasi standar mutu internasional yaitu meliputi kadar ALB, ari ,kotoran, logam,peroksidadan ukuran pemucatan.
      ALB dengan konsentrasi tinggi dalam minyak kelapa sawit sangat merugikan. Tingginya ALB ini mengakibatkan rendeman minyak turun sehingga mutu minyak menjadi menurun. Apabila kadar ALB pada CPO meningkat melebihi standar mutu yang telah ditetapkan maka CPO tersebut tidak dapat dijual. Hal ini menyebabkan kerugian pada perusahaan  penghasil CPO.
      Kenaikan kadar ALB ditentuka pada saat tandan buah sawit dipanen sampai tandan diolah dipabrik. Pembentukan ALB pada buah disebabkan pecahya membran vacuola (yang memisahkan minyak dari komponen sel ), sehingga minyak bercampur dengan air sel. Dengan dikatalisir oleh enzim lipase, lemak terhidrolisa membentuk ALB dan gliserol. Semakin lama reaksi ini berlangsung, maka semakin banyak ALB yang terbentuk .


      Reaksi hidrolisa pada minyak sawit:
              O
CH2-O-C-R                                                          CH2-OH
              O                                                                                    O
CH -O-C-R                                                           CH –OH  + R-C OH
                   O
      CH2-O-C-R                                                          CH2- OH

MINYAK SAWIT                                                     GLISEROL  ALB
            Penetuan mimyak ALBpada CPO menggunakan metode titrasi asam basa, dengan menggunakan titran larutan KOH dengan indikator thymol blue. Sebelumnya larutan KOH distandardisasi terlebih dahlu dengan asam palmintat.

  1. Alat Yang Digunakan
v  Neraca analitis                                     :1 buah
v  Kaca arloji                                           :3 buah
v  Erlenmeyer 250 ml                              :6 buah
v  Buret 50 ml                                         :1 buah
v  Pipet ukur 25 ml, 10 ml                       :masing-masing 1 buah
v  Gelas kimia 100 ml 250 ml                 :3 buah
v  Labu takar 250 ml                               :1 buah
v  Spatula                                                            :1 buah
v  Pengaduk                                            :1 buah

  1. Bahan Yang Digunakan
v  Minyak goreng                                    :1 gr
v  CPO                                                    :1 gr
v  KOH 0,1 N                                         :250 ml
v  Asam palmintat                                   :1 gr
v  Indikator thymol blue
v  Aquadest



  1. Langkah Kerja
6.1 Standardisasi Larutan baku KOH dengan asam Palmintat
1. Membuat larutan 0,1 N KOH sebanyak 250 ml dan memasukkanya kedalam labu ukur
2. Menempatkannya kedalam buret 50 ml
3. Menimbang 1 gr  asam palmintat kedalam erlenmeyar 250 ml
4. Menambahkan didalamnya indikator thymol blue
5. Menitrasikan dengan KOH , kemudian mencatat volume titran
6. Menghitung normalitas larutan KOH

6.2 Penetuan Kadar ALB pada CPO
1. Menempatkan 1 gr CPO didalam erlenmeyer 250 ml
2. Menambahkan 2-3 tetes indikator thymol blue
3. Menitrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning bening menjadi kebiru-biruan.

  1. Data pengamatan
7.1 Standardisasi larutan baku KOH dengan Asam palmintat
NO Percobaan
Volume KOH (ml)
Pengamatan
1
40,4
Larutkan yang semula Bewarna putih ditambahkan Tb ,berubah menjadi kuning dititrasi dengan KOH berubah menjadi kebiru- biruan

7.2 Penentuan Kadar ALB pada CPO
NO percobaan
Volume KOH (ml)
Pengamatan
1
1,5
Larutan sampel berwarna kuning bening berubah warna menjadi kebiru-biruan setelah ditirasi dengan KOH
2
1,5
volume rata-rata
1,5
7.3 Penentuan Kadar ALB pada minyak goreng
NO percobaan
Volume KOH (ml)
Pengamatan
1
1
Larutan sampel awalnya berwarna kuning, setelah dititrasi dengan KOH berubah menjadi warna kebiru-biruan
2
0,9
3
1
Volume rata-rata
0,97

  1. Perhitungan
8.1 Membuat larutan KOH  0,1 N sebanyak 250 ml
Jawab: G= N x V x BE
               = 0,1 ek/L x 0,25 L x 56,11 gr/ek
               =1,4 gr
8.2 Standardisasi larutan KOH dengan asam palmintat
Dik: V KOH = 40,4 ml
        g Asam palmintat = 1 gr
        BE Asam palmintat= 256,43 g/ek
Jawab: g asam palmintat   =  V  KOH x N KOH
            BE asam palmintat
                    1gr                       =  0,0404 L x N KOH
            256,43 g/ek
                        N KOH          = 0,0965

% kesalahan = Teori- praktek    = 0,1- 0,0965       x100   =  3,5 %
                               Teori                     0,1
8.3 Penentuan Kadar ALB pada CPO
Dik: V KOH = 1,5 ml
        N KOH = 0,0965 ek/l
        gr CPO = 1 gr
Jawab:
% ALB= V KOH x N KOH x 256        x 100
                      Gr CPO x 1000
            = 1,5 ml x 0,0965 ek/L x 256     x 100
                        1 gr  x 1000
            =3,7
8.4 Penentuan ALB pada minyak goreng
% ALB = V KOH x N KOH x 256        x 100
                Gr  minyak goreng x 1000
            = 0,97 ml x 0,0965 ek/L x 256  x 100
                        1 gr  x 1000
            =2,4
  1. Pertanyaan
  1. Dari percobaan diatas zat apakah yang merupakan:
-standar primer
-standar sekunder
-analit
-indikator
Jawab:
-asam palmintat
-KOH
-CPO dan Minyak goreng
-Thymol blue
2. Tuliskan standar primer yang digunakan untuk titrasi asam basa?
Jawab:
KHP, asam sulfat, natrium karbonat, kalium hidrigen iodat,

  1. Analisis Percobaan
Sebelum melakukan penentuan kadar ALB pada Minyak goreng ,kita harus melakukan standardisasi larutan KOH dengan asam palmintat .Yang menjadi titran KOH dan analitnya adalah asam palmintat .Selama titrasi, asam palmintat harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara pemanasan.  Kemudian asam palmintat ditirasi dengan KOH sampai berubah warna dari warna awal kuning menjadi kebiru-biruan, Sehingga didapatkan volumenya adalah 40,4 ml ,volume ini dimasukkan kedalam persamaan untuk mencari normalitas sebenarnya dari KOH.
      Pada penentuan kadar ALB dalam CPO, yang menjadi analit CPO dan titran adalah KOH. CPO dititrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning menjadi warna kebiru-biruan. Volume KOH yang didapatkan setelah titrasi 1,5 ml .Volume tersebut dimasukan kedalam persamaan ,Sehingga dapat ditentukan kadar ALB dalam CPO adalah 3,7 %
Pada penentuan kadar ALB pada minyak goreng , minyak goreng ditirasi dengan KOH ,sampai berubah warna dari warna kuning bening menjadi kebiru-biruan. Volume KOH didapatkan adalah 0,97 ml. setelah volume KOH yang didapatkan  dimasukan kedalam persamaan  sehingga didapatkan kadar ALB pada minyak Goreng adalah 2,4 %

  1. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan dapat kita simpulkan:
-Yang bertindak sebgai analit adalah CPO, minyak goreng, asam palmintat
-titrannya adalah KOH
-Normalitas KOH setelah distandardiasi adalah 0,0985 ek/L
-Kadar ALB dalam sampel CPO adalah 3,7 %
-Kadar ALB dalam sampel minyak goreng adalah 2,4 %
-Apabila suatu sampel mempunyai kadar ALB yang cukup tinggi maka mutu suatu CPO atau minyak goreng menjadi buruk















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar